Senin, 19 April 2021

Teman Curhat

 Assalamualaikum sahabat bunda...

Selamat malam semuanya...

Bicara tentang curahan hati,, tak sembarang orang bisa kita jadikan tempat untuk berbagi. Bila salah memilih orang, bukannya membuat hati semakin ringan justru menambah beban. Jadi hati-hati ya.. jangan sampai salah memilih siapa yang dapat menemani kita berbagi hati.

Mencurahkan isi hati itu perlu lho,, siapapun kita perempuan, laki-laki, anak2, remaja, dewasa, apalagi kita kaum ibu dengan segudang pekerjaan yang kerap kali menguras emosi..

Dengan curhat bisa menumpahkan emosi yg terpendam sehingga hati dan pikiran menjadi kebih ringan. Tapi tentu saja curhat kepada orang yang tepat, dengan cara yang tepat, juga penyelesaian yg tepat juga.. Jang sampai setelah curhat malah seperti kompor yg meletup ya..

So bwt kita yg pernah jadi teman curhat seseorang,, jadilah teman yg positif,tenang tidak provokatif. Jangan sampai bara yang sedang panas membara dikipasin, terbakat dong jadinya.. 

Jumat, 11 Januari 2019

Belajar kristik

PENGETAHUAN DASAR TENTANG KRISTIK (POLA, KIT, BENANG, KAIN)

Yang mau belajar kristik, ada baiknya simak dlu istilah istilah berikut ini ya..

Stitches

Stitches dalam bahasa Indonesia adalah sulaman. Jadi jumlah stitches (x) dalam kain menentukan seberapa besar pola tersebut. Misalnya sebuah pola memiliki besar 101w x 52h, artinya pola tersebut membutuhkan pengerjaan seluas 101 stitches atau silangan dimana w adalah wide (lebar) dan 52 stitches dimana h adalah height (tinggi). Jadi pola tersebut membutuhkan daerah pengerjaan sebesar lebar 101 dan tinggi 52 xxx (silangan, bukan cm). (Cara membuat tusukan x)

Pola

Adalah petunjuk pengerjaan yang dicetak di selembar (atau lebih) kertas. Biasanya terdiri dari gridding per 10 kotak, simbol-simbol, warna dan kode benang. Jadi pola akan memberi tahu kebutuhan apa saja yang harus dibeli untuk menyelesaikan pola tersebut. Kebutuhan tersebut adalah kain dan benang tergantung dari kode yang tertera pada pola.

Gridding

Adalah garis bantu per 10×10 kotak sehingga memudahkan stitcher untuk memulai pengerjaan. Biasanya stitcher menggunakan erasable/washable pen/pencil untuk membuat garis grid pada kain tanpa perlu khawatir salah dalam mengerjakan. (Cara Melakukan Gridding)

Erasable/Washable Pen/Pencil

Adalah pensil atau bolpen dengan tinta yang dapat hilang bila terkena air. Cara menghilangkannya adalah dengan merendamnya dalam air.

Benang

Adalah serat yang panjang, digunakan untuk pemroduksian tekstil, penjahitan, crocheting, knitting, penenunan, dan pembuatan tambang (Wikipedia). Jenis benang dalam karya kristik adalah benang sulam dan benang wol. Untuk kristik jadul, biasanya menggunakan benang wol. Tapi sekarang kristik sudah menggunakan benang sulam. Benang sulam sendiri ada berbagai macam merk, ada yang lokal maupun impor. Macamnya ada:

Benang katun lokal: biasanya harganya murah namun warnanya terbatas. Penggunaannya juga tidak perlu diurai lagi karena digulung langsung satu helai.
Rose: tidak mudah terurai, warnanya hanya tersedia warna umum, teksturnya tidak halus tetapi kualitasnya cukup baik untuk dipakai dan tidak mudah luntur atau pudar ketika digunakan.
Blue Moon: warnanya cukup banyak, tekstur licin dan lembut.
DMC: benang paling disukai stitcher (bahkan menjadi standar benang kristik di dunia) karena memiliki kualitas paling bagus dan warna paling lengkap namun harganya paling mahal.
CMC: benang keluaran China dengan kualitas cukup baik, tekstur licin tapi kasar, warnanya menyerupai benang DMC.
Anchor: benang kualitas di bawah DMC, mirip seperti DMC namun warnanya tidak selengkap DMC. Benang jenis ini agak sulit untuk didapatkan karena jarang yang menjual.

Benang tersebut disertai kode-kode yang menunjukkan warna benang.  Jadi ketika di pola tertulis kode benang untuk simbol tertentu, maka benang yang dibutuhkan adalah kode tersebut. Misalnya simbol bulat tertulis kode DMC 310 yang berati untuk simbol tersebut menggunakan warna hitam.

Banyak stitcher yang akhirnya mengubah atau mengganti jenis benang yang ada di pola dengan jenis benang lain. Hal ini membuat stitcher harus lebih teliti dalam mengkonvert. Kode perubahan tersebut dapat dicari di internet.

Kain

Untuk kristik jaman dulu masih menggunakan kain jenis jaring-jaring. Namun kelemahannya jaring tersebut mudah putus baik saat pengerjaan maupun saat selesai dan dipigura. Maka banyak akhirnya yang beralih menggunakan kain yang lebih awet.

Kain untuk kristik umumnya ada 2 jenis, kain lokal dan impor. Kain lokal biasanya lemas sehingga terkadang menyulitkan stitcher dalam memberikan tarikan di setiap silangan. Hal ini membuat hasil akhir tidak rapi. Namun apabila sudah terbiasa, kain strimin lokal akan menjadi kesenangan tersendiri karena stitcher tidak perlu mengeluarkan jarum ke atas dan ke bawah secara bergantian, namun hanya cukup mencungkil sehingga mempercepat pengerjaan.
Untuk kain impor biasanya lebih kaku sehingga membuat hasil kristik lebih rapi karena stitcher tidak perlu khawatir tarikan benangnya terlalu kuat. Jenis kaim impor juga bermacam-macam. Umumnya menggunakan jenis kain Aida. Warna kain juga bermacam-macam. Bahkan ada yang menjual kain dye dimana kain dipadukan corak dan warnanya. (Cara merubah warna kain)
CT
CT berarti ‘count’ dalam bahasa Inggris yang artinya adalah jumlah kotak dalam 1 inch pada kain. Kain pada umumnya yang digunakan adalah 14ct, yaitu 14 kotak dalam 1 inch. Ct akan menentukan besar kotak yang dapat dibuat dalam 1 inch.
Biasanya untuk karya yang membutuhkan detail tinggi menggunakan kain dengan ct yang besar. Namun tidak menutup kemungkinan bagi stitcher untuk mengganti kain dengan besar ct sesuai dengan keinginan.
Semakin besar ct maka semakin kecil kotaknya. Semakin besar ct maka semakin kecil luas hasil jadinya.
Semakin kecil ct maka semakin besar kotaknya. Semakin kecil ct maka semakin besar luas hasil jadinya.
KIT
Kit merupakan paket lengkap yang dibuat sesuai dengan pengerjaan suatu pola. Kit terdiri dari pola, benang secukupnya sesuai pengerjaan, jarum, dan kain. Perlengkapan yang ada dalam kit hanya cukup untuk sekali pengerjaan saja. Perlengkapan di sini adalah kain dan benang. Sedangkan pola dan jarum adalah peralatan, yang bisa digunakan berkali-kali. Jadi apabila ingin mengerjakan lagi pola tersebut, stitcher tinggal membeli kain dan benang sesuai dengan kode yang terdapat pada pola.
SAL
SAL adalah kepanjangan dari Stitch A Long yaitu kegiatan yang diadakan oleh pecinta kristik dengan sesama pecinta kristik lainnya untuk mengerjakan kit kristik secara bersama-sama. (Contoh SAL)
Kristik Printed/Stamped/Non Counted
Adalah kristik dimana pola sudah tercetak di kain sehingga tidak perlu menghitung pola terlebih dahulu. Pengerjaannya lebih mudah karena stitcher tinggal mengikuti pola yang tercetak di kain. Pengerjaannya adalah full xxx.
Kristik 3D/6D
Adalah kombinasi antara lukisan dan kristik. Lukisan disini maksudnya adalah gambar yang tercetak di kain. Mirip dengan kristik printed/stamped/non counted di atas, namun tidak semua kain disulam melainkan pola tertentu saja.

Itu adalah beberapa istilah yang sering ditemukan dalam dunia pengkristikan.

Sabtu, 05 Januari 2019

Tehnik dasar menjahit

Menjahit merupakan sebuah kerajinan tangan yang menggunakan jarum dan benang untuk mengikat sesuatu atau menyambungkan sesuatu. Sejarah menjahit sudah berasal dari ribuan tahun sebelum masehi. Menjahit mempunyai teknik dasar menjahit tersendiri, berbeda dengan menganyam dan menyulam. Pada umumnya semua masih menggunakan teknik dasar menjahit secara tradisional, hingga mesin jahit keluar pada tahun 1790, ditemukan oleh Thomas Saint.

Jaman sekarang, umumnya penjahit lebih sering menggunakan mesin jahit. Mesin tersebut terbagi atas dua yaitu tradisional dan elektrik. Meskipun begitu, teknik dasar menjahit tetap dipelajari karena membeli mesin membutuhkan modal yang lebih besar. Alasan lainnya adalah menggunakan teknik dasar menjahit akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dan variasi dibandingkan mesin. Berikut penjelasannya untuk teknik dasar menjahit:

1. Tusuk Jelujur

Teknik dasar menjahit tusuk jelujur merupakan teknik yang polanya bergerak dari kanak ke kiri. Teknik tusukan ini berguna untuk membuat jahita menjadi lebih rapi bahkan sempurna. Pola tusuk jelujur mempunyai 3 fungsi, yaitu menjahit sisi kain, menutup sisi ujung dari suatu bentuk, dan membuat kain mempunayi efek kerutan.

Sedangkan untuk teknik tusuk jelujur pun terbagi atas 3 jenis, yaitu:

Tusuk Jelujur Biasa : Teknik ini dilakukan dengan jarak yang tidak sama, berbeda.
Tusuk Jelujur Jarak Tertentu : Teknik ini menggunakan jarak yang konsisten. Jenis tusuk jelujur ini berguna untuk tusukkan sementara.
Tusuk Jelujur Renggang : Teknik ini menggunakan satu spasi. diantara setiap jahitannya. Tusuk ini dibuat dengan benang yang dirangkap sehingga apabila jahitan selesai, ada jejak jahitan terakhir.



2. Tusuk Tikam Jejak / Balik

Teknik dasar menjahit selanjutnya adalah teknik tusuk tikam jejak atau nama lainnya tusuk tikam balik. Tusuk tikam jejak ini mempunyai alur yang sama seperti mesin jahit. Cara membuat pola tusuk tikam jejak adalah melakukan jahitan secara dua kali dari tusukan bagian atas. Fungsi tikam jejak adalah membuat dekorasi hiasan garis yang berbentuk lurus, melingkar, atau bentuk lainnya sesuai desain diinginkan. Contoh dari hasilnya adalah motif pada sarung yang berbentuk kotak – kotak, membuat garis yang beraksen, tulisan, dan lainnya. Fungsi lainnya adalah untuk menyambungkan kain dengan kain lainnya dan penyambung risleting dengan bahan kain.

3. Tusuk Flanel

Teknik dasar menjahit tusuk flanel umumnya digunakan sebagai metode menjahit pinggiran dari busana yang diobras. Pada dasarnya tusuk flanel digunakan pada kain yang mempunyai nilai jual yang mahal. Teknik tusuk flanel mempunyai 3 kegunaan yaitu sebagai hiasan, tusukan dasar, dan sulaman banyangan dengan jarak rapat yang dapat mengikuti motif.

Cara menerapkan tusuk flanel adalah melakukan tusuk jelujur pada kain yang telah diobras 3-4cm dengan langkah mundur tusukan 0.75 cm ke bawah. Tusukkan jarum ke arah kanan dan mundr lagi 0.5 cm. Tusukkan kembali keatas tusukan pertama dan lanjutkan hingga selesai.

4. Tusuk Feston

Feston mempunyai fungsi untuk menyelesaikan tiras pada jahitan. Contohnya adalah tiras lingkar pada lengan di pakaian bayi. Selain itu pola tusuk Feston juga berfungsi sebagai dekorasi. Khususnya bila kombinasi warna benang dasar dan hias mempunyai keselarasan yang baik. Bentuk hiasan yang dapat dibuat dengan pola feston adalah bentuk seperti bunga.

5. Tusuk Balut

Pola tusuk balut berguna untuk menjahit tiras yang sudah rusak pada klim rol. Fungsi lainnya adalah sebagai teknik penyelesaian pada pinggiran jahitan. Cara menjahit dengan teknik dasar tusuk balut adalah dengan arah kiri ke kanan dan sebaliknya dengan sedikit miring.

6. Tusuk Batang / Tangkai

Berguna secara khusus sebagai hiasan pada suatu bahan. Hasil yang bisa didapatkan dari tusuk batang adalah sesuai dengan hasilnya yaitu bentuk batang. Tidak menutup kemungkinan untuk membuat kreasi yang lain juga dengan tusuk batang, tapi pada umumnya dibuat untuk membuat batang.

Cara menerapkan pola tusuk batang adalah dengan menjahit mundur 1/2 cm serta mengaitkan 5-6 benang pada bahan. Setelah itu jarum ditarik keluar dan menghasilkan tusuk tangkai. Pola tersebut dilakukan secara berulang hingga mendapatkan hasil yang diinginkan. Bila ingin membuat ukuran lebih besar maka jarak tusukkan dibuat lebih rapat dan mengaitkan kain lebih besar.

7. Tusuk Rantai

Sesuai dengan namanya, teknik dasar menjahit tusuk rantai mempunyai pola yang membentuk rantai. Pola ini berguna untuk membuat dekorasi pada bahan dengan bentuk rantai, contohnya adalah ranting-ranting pohon serta dahan pohon.

Cara membuat tusuk rantai adalah dengan langkah maju dalam menjahit. Pertama, tusukkan jarum dari bawah ke atas kain. Setelah itu jarum akan ditusukkan kembali pada lubang tempat jarum membentuk lingkaran akibat tusukkan sebelumnya. Tarik jarum dan ulangi pola tersebut hingga terbentuk pola yang diinginkan.

8. Tusuk Silang

Pola tusuk silang digunakan sebagai hiasan pada bahan. Cara membuat pola tusuk silang adalah dengan menjahit dari kanan atas ke kiri bawah, setelah itu dibuat arahnya ke kanan bawah. Tusukkan kedua akan dimulai dari kanan bawah lalu ke arah kiri atas. Pastikan letak tusukan sejajar untuk bagian atas dan bagian bawahnya sehingga terbentuk tusukan silang yang rapi. Ulangi hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.

9. Tusuk Piquar

Teknik tusuk piquar adalah sebuah teknik dasar menjahit yang berguna untuk memasangkan bahan berbulu. Pada umumnya digunakan pada mantel bulu, jaket, atau jas. Fungsi lain tusuk piquare adalah sebagai hiasan pada busana lainnya.

10. Tusuk Som

Pola tusuk som digunakan untuk menjahit dan mengunci lipatan pada bahan. Kain yang telah dikunci dengan pola tusuk som tidak bisa dibuka kembali dengan mudah. Cara menggunakan teknik som yaitu menusukkan benang pada kain yang terlipat. Tarik benang lalu tusukkan kembali disamping tusukan tersebut dengan jarak rapat. Ulangi sampai selesai menjahit lipatan.

11. Tusuk Pipih

Teknik dasar menjahit tusuk pipih berarah dari kiri ke kanan. Pola ini dibuat dengan turun naik secara lurus dan bersusun menutup seluruh permukaan ragam hias. Teknik ini pada umumnya digunakan untuk membuat hiasan bentuk daun atau mahkota bunga, dan hidung boneka.

12. Tusuk Rantai Terbuka

Merupakan salah satu bentuk tusuk hias yang bervariasi. Tusuk ini pada dasarnya adalah tusuk rantai dengan variasi tersendiri. Pola ini pada umumnya dibuat menjadi hiasan pada boneka karena membentuk mulut yang terbuka.

13. Tusuk Jeruji

Mirip dengan jenis tusuk roll. Perbedaannya terdapat pada fungsinya. Jeruji berfungsi untuk menghias permukaan, sedangkan teknik tusuk roll berguna untuk menyambungkan dua kain menjadi satu. Contoh tusuk jeruji adalah bentuk mata, hidung, mulut, dan mahkota bunga.

14. Tusuk Roll

Teknik dasar menjahit tusuk roll, seperti namanya pola ini membentuk sebuah lingkaaran ketika diterapkan. Teknik ini digunakan untuk menyambung kain agar ujung kain tidak menumpuk.

15. Tusuk Bullion

Teknik tusuk Bullion pada dasarnya bukanlah teknik dasar menjahit. Bullion adalah teknik lanjutan yang jarang digunakan oleh penjahit. Pola tusuk bullion membuat butiran-butiran kecil untuk membentuk bunga-bunga kecil dan lainnya.

16. Tusuk Roumani / Rumani

Teknik roumani sama seperti tusuk bullion. Teknik ini mempunyai tingkat lanjutan dan tidak umum digunakan. Pola tusuk Roumani berguna untuk membentuk hiasan dengan detail, contohnya adalah daun dan bunga yang berbentuk panjang.

17. Tusuk Satin

Pola Tusuk Satin digunakan untuk membuat hiasan berbentuk daun pada umumnya. Selain daun, teknik tusuk satin juga dapat digunakan membentuk hiasan yang bervariasi sesuai keinginan.

18. Tusuk Datar

Pola tusuk datar digunakan sebagai hiasan dalam jahitan. Pada umumnya untuk mengisi bidang yang kosong pada kerangka yang telah dibuat.

19. Tusuk Lurus

Teknik dasar menjahit tusuk lurus mempunyai pola yang sama sesuai dengan namanya, yaitu lurus. Teknik ini digunakan untuk membentuk bunga dan rumput dengan jahitan lurus.

20. Tusuk Bunga

Teknik dasar menjahit tusuk bunga mempunyai pola yang sangat unik. Pola tusuk bunga sangat bervariasi dengan hasil membentuk kerangka sebuah bunga. Cara melakukan tusuk bunga berbeda sesuai dengan bunga yang diinginkan.

21. Tusuk Veston

Teknik daar menjahit tusuk vetson digunakan pada taplak meja, selimut, tepi kain, tepi pakaian, dan lain-lain. Termasuk mudah dan dapat dilakukan sebagai pengajaran kepada anak-anak. Arah jahitan dapat dilakukan dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Mulai jahitan dengan cara menusukan dari dalam kain pada posisi 1 cm dari ujung kain, seteah itu tarik keluar. Tusukkan kembali pada kain dengan posisi dekat lubang pertama dan tarik perlahan. Setelah itu akan ada lingkaran dari benang, masukan benang pada lingkaran lalu tarik. Ulangi hingga selesai menjahit.

Teman Curhat

 Assalamualaikum sahabat bunda... Selamat malam semuanya... Bicara tentang curahan hati,, tak sembarang orang bisa kita jadikan tempat untuk...